Jumat, 16 Oktober 2009

Ulasan Singkat tentang “ Mengapa Guru Harus Inovatif ? “
( Tugas Mata Kuliah Difusi dan Inovasi Pendidikan )
Oleh :
SADINA NPM: 0823011069


Guru Sebagai Seorang Disainer, Fasilitator, Mediator dan Motivator Pembelajaran .
Perubahan paradigma pembelajaran dari cara-cara konvensional dimana guru lebih dominan di dalam proses pembelajaran ( teacher centered oriented ) menjadi pembelajaran berbasis siswa ( student centered oriented ) yang menuntut siswa menjadi lebih dominan ( aktif )di dalam proses pembelajaran serta mampu mengeksplor kemampuannya dalam menggali informasi. Perubahan paradigma ini mengubah peran guru sebagai pengajar menjadi pembelajar yang harus mampu menjadi seorang disainer , fasilitator, mediator, motivator pembelajaran yang inovatif .

Sebagai seorang disainer pembelajaran yang inovatif, apapun disain pembelajaran dan mata ajaran yang disampaikan, yang perlu diketahui oleh seorang guru adalah bahwa yang sebenarnya dilakukan oleh para disainer adalah menciptakan situasi belajar yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan peserta didik merasa nyaman dan termotivasi dalam proses belajarnya. Guru harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang aktif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan yang biasa dikenal dengan istilah PAIKEM.

Untuk mewujudkan PAIKEM guru harus inovatif dalam merumuskan langkah-langkah dalam pembelajaran. Mulai dari analisis kebutuhan siswa, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan dan penentuan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran, serta bagaimana langkah-langkah penilaian yang harus dilakukan, baik selama proses maupun setelah proses pembelajaran berlangsung. Seperti yang dikemukakan dalam Kemp, Morrison & Ross,1994:” esensi disain pembelajaran mengacu kepada empat komponen inti yaitu siswa, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.

Perlu diketahui bahwa peserta didik sebelum dan selama proses belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik fisik maupun mental. Kelelahan secara fisik, mengantuk, bosan atau jenuh yang seringkali menghiggapi peserta didik dapat mengurangi konsentrasi belajar. Ini sudah tentu akan menyebabkan reduksi atau pengurangan dalam penyerapan materi pelajaran. Demikian juga dengan kelelahan mental yang disebabkan oleh terlalu banyak belajar juga dapat mengurangi daya tangkap mereka untuk memahami materi ajar selanjutnya. Oleh sebab itu guru harus mampu menampilkan materi ajar yang menarik dan menyajikannya secara representatif . Sebagai contoh tampilan buku ajar atau modul yang menarik dapat menimbulkan minat belajar, sedangkan penyajian isi yang menarik dapat menimbulkan rasa ingin tahu yang besar sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pemilihan metode yang tepat dengan materi ajar yang akan disampaikan juga menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu Ragam model pembelajaran dengan metode yang bervariasi juga harus dikuasai oleh seorag guru. Pengetahuan terhadap berbagai Model pembelajaran dapat dijadikan rujukan maupun bekal bagi guru dalam melakukan inovasi pembelajaran. Dengan kata lain guru yang mengetahui banyak tentang ragam model pembelajaran, dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran, maka dia akan menemukan kelemahan dan kelebihan dari masing-masing model pembelajaran yang dapat mendorongnya untuk melakukan inovasi-inovasi pembelajaran. Kemampuan guru dalam memilih dan memadukan metode pembelajaran dengan strategi pembelajaran menjadi sesuatu yang inovatif dalam pembelajaran menjadikan proses belajar berjalan mulus dan menyenangkan yang memenuhi kriteria PAIKEM. Metode sebagai cara-cara atau teknik yang dianggap jitu untuk menyampaikan materi ajar yang dikaitkan dengan strategi pembelajaran yang sesuai merupakan sesuatu yang sangat penting dalam mendisain pembelajaran, karena metode inilah yang menetukan situasi belajar yang sesunguhnya. Kepiawaian guru sebagai seorang disainer juga dapat dilihat dari kemampuannya dalam menentukan metode pembelajaran yang dikaitkan pula dengan media yang digunakan serta waktu yang tersedia dalam pembelajaran.

Berbagai macam media pembelajaran yang tersedia dari yang konvensional sampai media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi tidak selalu sesuai dengan metode dan strategi pembelajaran yang disain. Oleh sebab itu seorang guru juga harus memiliki kemampuan mendisain suatu media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Media pembelajaran yang dibutuhkan dapat didisain sebagai produk yang benar-benar baru karena belum pernah ada sebelunya, atau merupakan hasil inovasi dari media yang sudah ada dalam rangka menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien berkaitan dengan PAIKEM. Sebagai contoh seperti yang telah penulis lakukan di SMAN 1 Kotagajah. Perlu diketahui bahwa berdasarkan analisis kebutuhan di Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Kotagajah, belum semua perangkat eksperimen yang dibutuhkan tersedia,walaupun ada, perangkat tersebut masih terlalu konvensional dan penggunaannya menyulitkan peserta didik/siswa sehingga kurang menarik yang berdampak pada minat dan motivasi siswa yang rendah untuk melakukan praktekum di laboratorium.

Media/alat bantu pembelajaran pada dasarnya dibuat untuk memudahkan guru maupun siswa dalam proses belajar mengajar. Akan tetapi Media/alat bantu pembelajaran yang mampu membangkitkan minat dan motivasi bagi siswa untuk membuktikan konsep-konsep yang telah dipelajari tidak selalu tersedia di sekolah.
Demikian juga dengan Perangkat eksperimen yang biasa digunakan untuk membuktikan bahwa ”otot akan berkontraksi bila diberikan rangsang” (sebagai respons terhadap rangsang ) pelaksanaannya masih menyulitkan siswa maupun guru, terutama dalam hal pemberian rangsangan yang memerlukan interval waktu tertentu dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh alat/perangkat eksperimen yang tersedia di laboratorium Biologi SMAN 1 Kotagajah masih konvensional dan penggunaanya cukup menyulitkan, sehingga proses pembelajaran kurang efektif dan tidak efisien. Oleh sebab itu saya sebagai seorang guru Biologi di SMAN 1 Kotagajah, melakukan Inovasi terhadap media pembelajaran yang ada tetapi kurang efektif dan efisien. Hasil inovasi ini menjadi sebuah produk baru yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dengan spesifikasi baru yaitu lebih mudah digunakan, efektif, efisien, serta akurat dalam pengukuran data. Alat/media hasil Invasi tersebut diberi nama ” Perangkat Eksperimen Mekanisme Kontraksi Otot Menggunakan KIT Elektronik Pengatur Interval Waktu Automatis ”.

Difusi hasil inovasi tersebut di atas baru dilakukan sebatas MGMP Biologi Tingkat sekolah maupun MGMP tingkat Kabupaten.Harapan dari hasil inovasi ini adalah bahwa perangkat eksperimen mekanisme gerak otot hasil Inovasi dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar serta peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pelajaran biologi terutama pada Sistem Gerak Vertebrata.Minat dan motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pemahaman dan penguasaan materi yang diberikan sehingga akan berpengaruh terhadap hasil belajar.





Akhirnya kesimpulan yang bisa diambil dari jawaban untuk pertanyaan
“ Mengapa Guru Harus Inovatif “ adalah bahwa guru sebagai seorang disainer, fasilitator, mediator, dan Motivator, harus memiliki kemampuan dan kepekaan yang baik, sehingga dapat memahami kebutuhan peserta didik yang pada akhirnya dapat menghadirkan dan menyajikan sebuah langkah-langkah pembelajaran aktif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan yang lebih inovatif.
















Daftar Pustaka

Megawangi , Ratna, Melli Latifah, dan Wahyu Farrah Dina, 2008.
pendidikan Holistik, Indonesia Heritage foundation, Jakarta.
Prawiradilaga, salma Dewi, 2008. Prinsip Disain Pembelajaran. Kencana . Jakarta.
Sa,ud, Saefudin Udin, 2008. Inovasi Pendidikan. ALFABETA,Bandung .
B. Uno, Hamzah, 2007. Model Pembelajaran. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Wenger, Win, 2004. Beyond teaching & Learning. Nuansa. Bandung.
Suparman, M.Atwi, 2001. Desain Instruksional. Universitas Terbuka. Jakarta.










Ulasan Singkat tentang “ Mengapa Guru Harus Inovatif ? “
( Tugas Mata Kuliah Difusi dan Inovasi Pendidikan )
Dosen Pengampu:
1. Dr. Budi Kustoro, M.Pd.
2. Dra. Adelina Hasim, M.Pd



Oleh :

SADINA NPM: 0823011069








PROGRAM PASCASARJANA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar